Search

Penerbitan SBI Bukan Saingi Instrumen Investasi Lain

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) senantiasa terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan.

Salah satunya menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 50 basis point (bps) menjadi 5,25 persen. Kini BI secara resmi telah mereaktivasi lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) bertenor 9 bulan dan 12 bulan. 

Kepala Dapartemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI), Nanang Herdarsah mengatakan, kebijakan instrumen yang dilakukan oleh BI diharapkan akan menarik investor asing untuk masuk ke Indonesia. Ini untuk menjaga stabilitas ekonomi khususnya nilai tukar rupiah.

"Sekarang kalau misalnya dari suku bunga sudah menarik berarti instrumennya juga harus ada. Instrumen SBI ini salah satu tambahan dari instrumen yang ada," kata Nanang, saat ditemui di Gedung BI, Jakarta, Selasa (24/7/2018).

Nanang mengatakan, meski kebijakan instrumen SBI dampaknya tidak secara langsung terhadap rupiah, akan tetapi melalui SBI ini investor asing memiliki alternatif pilihan dari instrumen kebijakan yang sudah dilakukan BI sebelumnya. Hal itu akan meminimalkan tekanan mata uang Garuda terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"Jadi kita ingin menjaga yield di Indonesia menarik, aktratif tapi juga harus ada pilihan instrumennya. Tidak dimaksudkan untuk berkompetisi, tetapi sebagai alternatif yang memang sudah berkembang saat ini," imbuh dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Let's block ads! (Why?)

https://www.liputan6.com/bisnis/read/3598648/penerbitan-sbi-bukan-saingi-instrumen-investasi-lain

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Penerbitan SBI Bukan Saingi Instrumen Investasi Lain"

Post a Comment

Powered by Blogger.