:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/2218598/original/017139000_1526635027-20180518-Pelemahan-Rupiah-terhadap-Dolar-AS-ANTONIUS-6.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin memberatkan industri pakan ternak nasional. Untuk itu pemerintah diminta segera mencari solusi agar produk pakan dari industri dalam negeri bisa bersaing.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Desianto Budi Utomo mengatakan, nilai tukar rupiah yang saat ini berada di kisaran Rp 14.400 per dolar AS jauh di atas perkiraan pelaku industri. Hal ini membuat industri semakin sengsara antaran sebagian besar bahan baku produksinya masih berasal dari impor.
"Hitungan kemarin kan Rp 13.600, sekarang Rp 14.300. Semakin rendah exchange rate-nya semakin baik. Karena itu kan dari impor, impor berlaku dolar. Jadi semakin dolar menguat semakin sengsara industri ini," ujar dia di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Rabu (4/7/2018).
Oleh sebab itu, lanjut dia, pemerintah harus segera mencari solusi agar industri bisa terus beroperasi. salah satunya dengan menurunkan bea masuk bahan baku pakan impor.
"(Penurunan tarif bea masuk) Itu akan sangat membantu. (Bea masuk bungkil kedelai) 5 persen. Akan sangat membantu karena pemakaiannya 25 persen dalam pakan ayam," kata dia.
Selain itu, pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dinilai juga perlu mengeluarkan kebijakan yang lebih efektif untuk meredam pelemahan ini.
"Mempertahankan nilai tukar rupiah ke dolar AS itu sangat membantu sekali. (Penurunan tarif bea masuk) Harusnya bisa kalau ada keberpihakan pemerintah untuk menekan harga bahan baku sehingga harga pakan tidak perlu melonjak naik lagi," tandas dia.
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3578589/pelemahan-rupiah-bikin-industri-pakan-makin-sengsaraBagikan Berita Ini
0 Response to "Pelemahan Rupiah Bikin Industri Pakan Makin Sengsara"
Post a Comment